Selamat datang di website Achehnese, website ini di buat untuk Informasi dan berita tentang Acheh





Waktu Dunia




















 

<< September 2010 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30




» norge.no
» startsiden.no
» aetat.no
» islam.no
» spare bank
» start.no
» aftenposten
» dagbladet
» stavanger-aftenblad


» acehkita
» Surat khabar Sejagat
»
Aceh-Online(Dot)Com
»
acheh times
» serambi indonesia
» detik.com
» kompas
» tempo
» liputan6
» inside indonesia
» the jakarta post


» berita harian
» metro
» malay mail
» the star
» the sun
» utusan


» asnlf
» Fpdra.org
» Aceh.Net
» Aceh-Norway
» Acehpo
» Acehinteraktif.com
»
acheh-eye
» amnesty
» tapol
» hrw
» hdc
» greenleft
» crisisweb
» preventconflict
» fkm
» wespapua.net
» etan
» asia-pasific-action


» projek mesjid
» swaramuslim
» eramuslim
» myquran
» reciter.org
» abim
» islam.no
» islamic book and other publications
» AcHeHnEsE(Dot)Com
» ikim.gov.my








 


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:



rss feed



Friday, May 23, 2008
Lagi,Foto Syur Anggota DPR RI Beredar di Internet

Max MoeinJAKARTA, Foto syur anggota DPR RI kembali beredar luas di internet. Kali ini menimpa Max Moein, Wakil Ketua Komisi XI bidang Keuangan dan Perbankan.

Wajah anggota DPR asal Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) itu nongol di internet dalam pose mesra bersama seorang perempuan cantik.

Dalam foto itu, Max yang rambutnya sudah memutih, tampak bertelanjang dada sambil tangan kirinya mendekap erat perempuan muda yang tampaknya juga tidak mengenakan pakaian. Lengan kananya terlihat setengah terangkat. Diduga Max sendiri yang menjepret pelukan mesranya dengan perempuan itu.

Foto tersebut tampaknya diambil di dalam sebuah kamar. Latar belakangnya terlihat tempat tidur bersprei putih dan ada selimut berwarna hijau muda di atasnya.

Namun Max yang dimintai konfirmasi membantah telah melakukan tindakan asusila bersama perempuan muda itu. Max menegaskan bahwa sepanjang hidupnya, dirinya tidak pernah merasa berfoto tanpa mengenakan busana.

Ia mengaku kaget dengan kemunculan fotonya di internet. Ia juga meminta jangan menyamakan fotonya itu dengan video mesum Yahya Zaini dan pedangdut Maria Eva yang menghebohkan Indonesia dua tahun silam.

“Jangan samakan dengan kejadian (kasus Yahya Zaini) yang dulu. Ini kan hanya foto biasa. Tidak perlu dipermasalahkan lha. Saya juga tidak tahu mengapa tiba-tiba ada foto seperti itu di internet. Tapi yang jelas, saya tidak pernah melakukan tindakan asusila seperti itu,” ujar Max Moein saat dihubungi Surya (grup Tribun), di Jakarta, Kamis (22/5) sore.

Max merasa perlu mengklarifikasi bahwa foto dirinya menggandeng perempuan itu sama sekali tidak mengindikasikan dirinya sedang berbuat mesum. Ia menekankan agar orang jangan salah penafsiran karena foto dirinya hanya ditampilkan sebatas dada telanjang ke atas.

“Jadi kenapa kok ditafsirkan tidak berbusana. Apalagi ditafsirkan foto mesra. Anda lihat saja, apa wajah saya tampak mesra di situ, yang ada malah tegang,” ujarnya.

Lantas, bagaimana foto tersebut bisa ada? Max mengaku bahwa foto itu adalah hasil jepretan seorang temannya ketika dirinya akan berenang di sebuah kolam renang di kawasan Jakarta. Namun, pria yang pernah menjadi Ketua Komisi IX DPR RI periode 1999-2004, ini mengaku tidak ingat kapan persisnya foto itu diabadikan.

“Saya pikir foto itulah yang dipajang. Saya tidak ingat kapan foto itu diambil karena itu memang sudah sangat lama. Mungkin sekitar tujuh atau delapan tahun silam. Tapi yang pasti, itu foto saya bersama teman saya di ruang ganti pakaian sebelum kami berenang. Yang ngambil foto itu teman saya yang lain,” jelas Max.

Lalu, bagaimana foto tersebut bisa beredar di internet? Max mengaku selama ini tidak punya musuh, karena dirinya bersikap baik kepada semua orang. Meski, kata dia, tidak menutup kemungkinan ada orang yang antipati kepada dirinya. Baik itu statusnya sebagai pribadi, anggota partai, dan juga anggota DPR. Dan orang yang antipati itulah lanjut dia, yang kemudian melakukan segala cara untuk melakukan pembunuhan karakternya.

“Saya tidak tahu apa tujuannya. Tapi saya pikir ada pihak yang tengah berupaya menjatuhkan citra saya, partai, dan juga DPR. Tidak menutup kemungkinan seperti itu,” sambung dia.

Dikatakan Max, banyak sekali sekarang ini upaya perusakan citra terhadap DPR. Yang paling gampang, kata dia, adalah dari kabar yang diterima masyarakat seolah hanya mengabarkan buruknya saja. Ia mengatakan, sisi yang diangkat adalah ketika kursi-kursi DPR yang kosong saat sidang. “Atau juga ke luar negeri demi kepentingan negara, tetapi kemudian disebut sebagai nglencer dan menghabiskan uang negara,” ujarnya.

Yang jelas, pasca kemunculan foto itu, Max harus lebih sering menjawab pertanyaan rekan-rekan sesama anggota Dewan yang sering mencecar dirinya dengan pertanyaan seputar foto tersebut. Namun, Max mengaku tidak merasa tertekan karena tidak merasa telah melakukan tindakan asusila. Ia juga menyebut bahwa sejauh ini, keluarganya tidak terlalu terganggu. “Saya pikir hampir semua orang punya foto seperti itu. Maksud saya, foto close up dengan telanjang dada. Tapi karena saya anggota DPR akhirnya ramai,” lanjut dia.

Lebih jauh, Max juga mengaku tidak gentar jika polemik soal foto dirinya di internet itu kemudian bergulir bak bola salju. Akan terus membesar yang berujung dirinya bakal dimintai keterangan oleh Badan Kehormatan (BK) DPR.

“Kalaupun akan seperti itu saya siap saja. Saya siap menjelaskan duduk perkaranya, bahwa saya memang tidak merasa telah melakukan tindakan asusila. Jangan samakan dengan foto yang dulu-dulu,” ujarnya.

Namun, Max mengaku tidak bisa berbuat banyak karena foto-foto itu kini sudah tersebar dan masyarakat luas bisa melihatnya. “Ya, bagaimana menempuh upaya-upaya, lha wong saya tidak tahu orangnya. Siapa yang melakukan ini? Kita kan tidak tahu wujudnya bagaimana,”sambung anggota Dewan yang sempat bersilang pendapat dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono soal calon Gubernur Bank Indonesia ini.

Dua tahun lalu, anggota DPR yang juga Ketua Bidang Kerohanian DPP Partai Golkar, Yahya Zaini, ketahuan ‘main’ dengan pedangdut Maria Eva. Video mesum pasangan selingkuh itu beredar luas di internet dan ponsel masyarakat. Bahkan sampai saat ini video syur tersebut masih terpampang di situs You Tube dan situs lainnya. Akibatnya perbuatannya, Yahya Zaini diberhentikan dari DPR.(persdanetwork/had)

Sumber:"Tribun"


Posted at Friday, May 23, 2008 by Achehnese
Berikan Comment Anda  

Monday, May 12, 2008

Ternyata ABG Usil

BINTAN-Heboh telepon 0666 dan 0866 yang dikabarkan bisa “menyantet” orang akhirnya terkuak. Si pengirim ternyata bukan dukun santet atau dukun ilmu hitam, tapi hanya anak baru gede (ABG) yang iseng ingin mengerjai teman-temannya.

Yang pertamakali mengirim SMS dengan nomor 0866 itu adalah ABG (anak baru gede) yang berasal dari Tanjunguban, Bintan Utara, Provinsi Kepulauan Riau. “Awalnya SMS ini dikirim untuk mengusili kawan-kawan saja,” ucap ABG yang mengaku juga mengirim SMS juga kepada Batam Pos (Grup Rakyat Aceh), Rabu (7/5).

ABG perempuan yang enggan namanya disebutkan itu menerangkan, SMS tadi dikirim saat dirinya tak ada kegiatan sehingga dirinya terkenang dengan teman-temannya. Saat teringat dengan rekannya tadi, Ia iseng-iseng mengirimkan SMS dengan nada sedikit usil.

Adapun isi SMS tadi yaitu meminta teman-temannya untuk berhati-hati jika menerima SMS dari nomor 0866 dengan tampilan warna merah di layar ponsel. Sebaiknya tidak diangkat karena bisa menyebabkan orang yang mengangkatnya meninggal dunia. Di sana ia juga menuliskan, di Jakarta ada orang yang meninggal dunia setelah membuka.

Untuk meyakinkan rekan-rekan tadi, ia meminta agar SMS ini diteruskan ke nomor yang lain. Ia tak menyangka kalau SMS untuk mengisengi teman-temannya menyebar luas sampai keluar Kepri. Untuk itu, Ia perlu meluruskan masalah ini agar tak membuat warga merasa resah.

Polisi Diminta Mengusut
Pemerintah, pihak kepolisian dan operator selular sebagai pemilik provider diminta bertanggungjawab atas ketidaknyamanan pengguna telepon selular seiring munculnya teror psikologis melalui ponsel sepekan terakhir yang menggemparkan sejumlah wilayah di Indonesia.
Hal itu diungkapkan Direktur Eksekutif Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen Farid Wajdi SH MH kepada wartawan koran ini kemarin.

Disebutkannya, tidak adanya kejelasan resmi mengenai masalah itu memuculkan kecurigaan terhadap latar belakang nomor aneh tersebut.
“Hentikan teror psikologis ponsel, masyarakat selaku konsumen sudah resah dan dirugikan akibat ini,” sebut Farid.

Padahal kata dia, jika polisi dan operator selularl mau, nomor panggilan dan SMS teror itu sangat mudah untuk dihentikan. Sebab baik kepolisian dan operator dapat melacak keberadaan provider itu.

“Tidak terlalu sulit untuk usut asal mula dan rentetan kiriman SMS dan panggilan dari nomor 0666 itu. Sebab polisi dan operator dapat melacak sekaligus menghentikan dengan cara sensor SMS dan panggilan beredar,” ungkapnya.

Jika isinya terkait isu SMS bermasalah itu, operator dapat menyaring dan menghentikan panggilan serta pesan berantainya. Karena, kata dia, deteksi dini SMS dapat dilakukan, jika polisi dan operator mau. Disebutkannya, dalam kasus ini pihak kepolisian tidak cukup sekedar menghimbau namun harus melakukan langkah konkrit.

“Selama ini polisi memiliki kemampuan intelijen yang mampu untuk melacak teror SMS. Mengapa dalam kasus ini polisi terkesan membiarkan? Mengapa teknologi yang ada seperti tumpul dan lumpuh tatkala SMS ini beredar. Jujur, masyarakat sudah begitu lelah dengan isu-isu,” sambungnya.

Lebih jauh Farid mengatakan, mestinya derita masyarakat menyusul rencana kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) jangan ditambah lagi dengan teror isu-isu baru.

Dia berharap masyarakat sadar dan tidak terpancing, dan menggunakan akal sehat dan kembali kepada ajaran agama. Sebab menurutnya hal termudah yang dapat dilakukan masyarakat saat ini adalah bersabar. Dan masyarakat masih menunggu jawaban jitu atas masalah sosial saat ini.

Menurut dia, patut pula digugat efektifitas registrasi prabayar. Karena harusnya pasca registrasi kartu prabayar konsumen lebih terlindungi. Apalagi lanjutnya registrasi dilakukan dengan tujuan menghindari ponsel dijadikan sebagai media kejahatan.

Parahnya kata Dosen Fakultas Hukum UMSU itu, meski telah dilakukan registrasi, kejahatan via ponsel justru makin parah. “Makanya registrasi itu sama sekali tak beri manfaat bagi konsumen,” lanjutnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut Abdullahsyah sebelumnya mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang. Menurutnya nomor aneh itu hanya untuk mengalihkan perhatian masyarakat atas lonjakan harga BBM. Disamping itu menurutnya hal itu hanya sensasi yang diciptakan untuk meresahkan masyarakat dengan tujuan tertentu.

Pendeta PL Pasaribu, meminta agar masyarakat tidak terpengaruh dan mengabaikan isu ‘nomor merah’.

PL Pasaribu mengatakan, beberapa waktu terakhir dunia dipenuhi oleh berbagai fenomena universal yang bertujuan mengacaukan tatanan kehidupan. Pihak yang berkepentingan dengan kekacauan tersebut, menggunakan berbagai cara termasuk isu nomor telepon 0666.

Apakah ini berarti masyarakat mengalami syok setelah menerima ‘nomor merah’ akibat pengaruh angka itu? “Secara psikologis, dalam diri masyarakat yang termakan isu itu sudah tertanam rasa takut. Sehingga begitu nomor tersebut masuk, ketakutannya itu mempengaruhi,” jelas mantan Pembantu Dekan II Universitas Medan Area (UMA) itu.

Trauma
Heboh Telepon setan dengan nomor 0866 kini membuat heboh warga Kecamatan Pagar Marbau, Deliserdang, Sumatera Utara. Pasalnya, seorang warga di sana, Raudian Magdira Putri (12) kembali jadi korban telepon teror itu.

Seperti pengakuan Putri kepada awak koran ini saat ditemui di rumahnya di Dusun I, Desa Purwodadi, Pagar Marbau menyebutkan, peristiwa itu terjadi pada, Jumat (9/5) sore, sekira pukul 19.00 Wib.

Saat itu, sembari ditemani Bapaknya Sujud yang bekerja sebagai PNS di Dinas Pertanian Deliserdang, siswi kelas V Sekolah Dasar ini menuturkan, usai Sholat Magrib dirinya menerima telepon dari nomor 081365792287 yang ternyata dari tantenya yang tinggal di Bagan Batu, Riau.

Namun begitu HP dijawan Putri, di layar HP dara belia ini berubah menjadi nomor pemanggil dari 0866 dan bahkan layar HP Putri seketika berubah menjadi merah.

Pada saat yang bersamaan pula, Putri mengaku merasakan getaran hebat bagai tersengat listrik di sekujur tubuhnya, dan pada detik berikutnya gadis belia ini menjerit sedangkan tubuhnya nyaris terhempas ke lantai rumah. Beruntung dia segera ditangkap oleh abangnya Heri Ramadhan dan kakak perempuanya Nulaili.

Saat itu pula Heri dan Nurlaili melihat wajah serta bibir adik perempuanya itu membiru bahkan nafas Putri pun tinggal satu-satu. Menyaksikan hal itu, Putri segera diberi pengobatan oleh ibunya R Br Barus yang juga segera tiba. Beberapa menit kemudian kondisi dara belia itu kembali normal seperti semula.

Meski mengalami hal gaib, Sujud selaku orang tua Putri merasa tidak yakin dengan hal itu.

Kata Sujud hal itu bisa terjadi terhadap putrinya lantaran pada saat itu memang kondisi cuaca tidak memungkinkan yakni hujan deras serta kilat yang terus menyambar. Hal serupa dialami Zahar Chaniago, warga Jalan Beringin Pasar V Tembung Sabtu malam. Meski tidak berakibat fatal, ia diserang rasa takut.

Saat itu, ponselnya berdering sekitar pukul 18.55 WIB. Zahar yang saat itu hendak mandi segera menuju ponselnya yang terletak di kamar. Namun, ketika ia akan mengangkat, sambungan telepon terlebih dulu terputus. Lalu ia menghubungi balik nomor tersebut.

Saat itulah nomor yang dihubunginya tiba-tiba berubah menjadi 9666 dan layar ponselnya berubah menjadi merah. “Takut dengan berita belakangan ini, saya langsung mematikannya,” ungkap Wakil Ketua Anak Ranting Gerakan Muda Padang Pariaman (Gempar) Pasar V Tembung itu, kemarin (11/5).

Kemudian, dengan memegang ponselnya, Zahar keluar dari kamar. Tiba-tiba ia merasa pening dan sekujur tubuhnya seperti dialiri arus listrik hingga ke kepala. Zahra pun lemas. Istrinya yang ikut panik segera memberinya minum air putih, tapi tidak memberikan hasil. Ia lalu diberi minum susu.

Tak lama kemudian Zahar memeriksakan diri ke Klinik Essiva di Pasar VII Tembung. “Dokter pun heran dan hanya memberi saya obat,” ucap Zahar memperlihatkan dua jenis obat.

Beberapa dari antara mereka mencoba menghubungi nomor telepon yang berubah menjadi 9666 itu, tapi semua harus kecewa. “Ada satu yang dapat menghubungi nomor itu dan nomornya berubah menjadi 9666. Tapi, ia nggak apa-apa,” ujar Dedi, anak Zahar, seraya mengaku tak mengenal nama orang yang dia maksud.(den/rpg/jpnn)

Sumber:"Rakyataceh"


Posted at Monday, May 12, 2008 by Achehnese
Berikan Comment Anda  

Penemu Alat Pendeteksi Orang Mabuk

* Berhasil Rebut Medali Emas di BUSEF

ALAT yang diciptakan Abdul Mubdi Masbar Rus dan rekan timnya Muhammad Ikhsan, dua siswa SMA asal Aceh itu, berhasil menyabet medali emas dalam ajang Burc Science and Engineering Fair (BUSEF) atau olimpiade sains internasional yang diselenggarakan oleh Burc Okullari International Primary and Highschool Student Project, pada 2-4 Mei 2008 lalu, di Adana, Turki.

 

Dalam lomba itu mereka harus melawan peserta dari 16 negara perwakilan dari Benua Asia, Afrika, dan Eropa. Di antaranya Kazakhstan, Kirgiztan, Azerbaijan, Georgia, Pakistan, Macedonia, Rumania, Cekoslowakia, Burkina Faso, Slovakia, Irak, Turkmenistan, Kosovo, dan Albania.

Kepopuleran drunk detector dalam ajang internasional itu, kemungkinan besar juga amat membantu tergenggamnya emas di tangan. Stand proyek drunk detector ramai dikunjungi pengunjung. Saking antusiasnya, pedal gas sampai patah karena pengunjung yang mencoba alat itu terlalu bersemangat, papar Abdul, panggilan akrab siswa kelas dua SMA Fatih Bilingual School kepada Serambi, Sabtu (10/5) kemarin.

Tak mengherankan memang jika orang-orang Turki itu semangat mempraktekkan alat deteksi mabuk itu. Di Turki sendiri, kecelakaan akibat pengendara yang mabuk alkohol amat tinggi. Sama seperti negara eropa lainnya, di sana minuman beralkohol juga dilegalkan. Alat drunk detector berupa rangkaian mesin berukuran kecil, ditempelkan di setir kendaraan. Dalam simulasi berkendara itu, disertai juga pedal gas serta layar komputer yang menampilkan adegan game balap mobil. Maka bila alat deteksi di gagang setir mendapat aroma nafas beralkohol, mobil akan berhenti mendadak. Tentu saja dalam simulasi di sana tidak ada pengunjung yang mabuk, maka kami tiupkan alkohol ke alat itu, laju kendaraan seketika berhenti, cerita anak kedua dari lima bersaudara itu.

Merasa ketar-ketir

Akan tetapi, tambah Abdul, kemenangan mereka tidak hanya berdasarkan kecanggihan alat. Desain proyek, cara penyampaian, dan kelancaran operasi alat juga amat menentukan. Maka ia cukup ketar-ketir juga di H-1 perlombaan, pada detik-detik terakhir, alat itu belum siap sempurna. Alhamdulillah di hari H tidak ada masalah yang cukup berarti selain pedal gas sampai patah itu, cetus anak ekonom Aceh, Raja Masbar itu.

Selain kelancaran alat, metode dewan juri mengetes kemampuan dan kesiapan para peserta juga lain dari biasanya. Dalam perlombaan itu, juri memang sengaja tidak diberitahu identitasnya. Mereka bercampur selayaknya pengunjung lain. Tentu saja juri bisa bebas bertanya tanpa diketahui peserta. Mungkin juga supaya tidak ada yang coba-coba nyogok juri, gelak Abdul.

Memang dalam ajang itu, proyek sains peserta langsung dipajang di stand pameran. Para pengunjung juga bebas mencoba alat penemuan mereka. Hanya saja kesulitan berbahasa cukup berat dirasakan Abdul. Karena orang Turki 80 persen tidak bisa bahasa Inggris. Jadi kita terpaksa menggunakan bahasa setempat, ujarnya.

Mengenai prospek ke depan terhadap hasil proyek sains bermedali emas itu, remaja kelahiran Banda Aceh, 4 Juli 1991, itu berencana menyempurnakannya, dengan menambahkan alat deteksi pengemudi ngantuk. Selain mabuk, ngantuk juga penyebab terbesar kecelakaan. Ini juga demi menciptakan suatu sistem keamanan mobil yang sempurna agar pengemudi aman, ujarnya bersemangat.

Menyinggung perkataan Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NAD, M Ilyas yang menyarankan ada pematenan atas hasil penelitian mereka, Abdul menyatakan sebelumnya pihak panitia lomba memang sudah mengatakan akan berusaha membantu mematenkan. Sebenarnya kita tinggal bilang saja pada BUSEF. Mungkin nanti hak patennya atas nama tim, katanya. (dewi indriani)

Sumber:"Serambinews"


Posted at Monday, May 12, 2008 by Achehnese
Berikan Comment Anda  

Next Page